3 Tempat Memikat di Bratislava

Tur sejarah di Bratislava kerap melelahkan, tapi ada tiga tempat di Ibu Kota Slovakia ini yang berhasil menghadirkan masa lalu dalam kemasan yang menghibur.

Oleh Cristian Rahadiansyah
Foto oleh Muhammad Fadli

 

Lantai dansa di kelab malam underground Subclub.

Lantai dansa di kelab malam underground Subclub.

Subclub
Awalnya dibangun untuk mengantisipasi kiamat, bunker-bunker nuklir di Bratislava kini justru menjadi wadah untuk merayakan hidup. Salah satunya yang paling tersohor adalah Subclub, kelab malam underground dalam arti harfiah.

Dalam lubang temaram berdinding beton yang dihiasi graffiti, Subclub memutar musik elektronik yang mengentak, menjajakan aneka minuman berharga terjangkau (bir €1 per gelas, borovicka €1,5 per seloki), serta rutin menggelar pesta-pesta gemuruh yang mendatangkan bintang internasional. Menurut para pelanggan setianya, Subclub adalah tempat ideal untuk menikmati aliran musik drum & bass.

 

Kiri-kanan: Fasad Subclub; lorong menuju area lantai dansa Subclub.

Kiri-kanan: Fasad Subclub; lorong menuju area lantai dansa Subclub.

Kelab malam yang dirintis sekitar 30 tahun silam ini tampil santai dan cair. Tamunya, yang umumnya didominasi turis remaja dan mahasiswa, lazim berbusana kasual, eksentrik, dan tak sungkan menyapa orang asing.

Interior Subclub hanya diisi lantai dansa dan bar. Di sini tidak ada lounge yang didesain mewah, kecuali area duduk berisi lima buah meja kusam, beberapa kursi plastik, serta sebuah bar yang menghadap table soccer. “Kaum pria umumnya ke Subclub untuk mencari wanita cantik dan baik-baik,” ujar seorang pengunjung, mahasiswi dari utara Slovakia. “Maksudnya, Anda tidak perlu membayar. Mereka bukan pekerja seks komersial.” subclub.sk.

 

Restoran UFO yang bertengger di atas Jembatan SNP.

Restoran UFO yang bertengger di atas Jembatan SNP.

UFO
Makan di salas, semacam “warung” tradisional Slovakia, adalah pengalaman kuliner autentik khas lokal. Tapi jika Anda mencari sensasi yang berbeda, pergilah ke Jembatan SNP yang melintang di atas Sungai Danube, naiki lift menuju puncak menaranya, kemudian nikmati makan malam di restoran berbentuk piring terbang. “Tapi ini bukan revolving restaurant,” kata Eva Cubrikova, nenek kocak yang memandu saya, “kecuali jika Anda sudah cukup mabuk.”

Jembatan SNP diresmikan pada 1972, saat Slovakia masih berada dalam cengkeraman rezim komunis. Fungsi awalnya adalah menghubungkan antara pusat kota Bratislava dengan Petrzalka, kawasan residensial yang ditaburi apartemen monoton berbentuk balok Tetris yang lazim disebut panelak. Jembatan yang awalnya hanya menarik dilihat dan dilewati ini berubah menjadi objek wisata kuliner berkat kehadiran restoran UFO di atap menaranya.

 

Bercengkerama sembari melihat pemandangan kota di restoran UFO.

Bercengkerama sembari melihat pemandangan kota di restoran UFO.

Dari jendela restoran, seraya menyeruput koktail unik seperti Ufopunch dan Ufopolitan, kita bisa menyerap lanskap Bratislava dari ketinggian sekaligus memahami mengapa kota ini dijuluki “Beauty on the Danube.” Untuk panorama yang lebih lapang, pengunjung bisa mendaki ke dek observasi di atap restoran untuk menyaksikan antara lain Janko Kral Park, taman kota tertua di Eropa Tengah; rantai Pegunungan Carpathian; serta mengintip negeri tetangga—Austria. u-f-o.sk.

 

Pameran tunggal maestro Slovakia Milan Laluha di Nedbalka Gallery.

Pameran tunggal maestro Slovakia Milan Laluha di Nedbalka Gallery.

Nedbalka Gallery
Minimnya wadah untuk memajang karya membuat seniman Slovakia nyaris tak dikenal dunia. Problem inilah yang hendak diatasi oleh Nedbalka, galeri partikelir terbesar yang didedikasikan bagi seniman lokal. Tempat yang diresmikan pada 2012 ini bersemayam di kawasan Kota Tua, di tepi seutas jalan beralaskan batu, diapit situs-situs ziarah terpenting di Bratislava.

Desainnya terinspirasi oleh Museum Guggenheim New York: lantai melingkar dengan lorong cahaya membelah jantung bangunan. Interior galeri dicat putih polos. Lantai-lantainya dihubungkan oleh lift yang dilapisi mural. Nedbalka mengoleksi lebih dari 1.000 karya seni buatan 56 seniman. Berhubung kapasitas bangunan terbatas, hanya sebagian karya yang bisa dipajang. Karya-karya ditampilkan secara kronologis sejak awal abad ke-20. Khusus di lantai dua, kita bisa menyaksikan lukisan-lukisan dari Galanda, grup seni kontroversial era 1950-an. Salah satu mahakarya terpenting di Nedbalka adalah lukisan Pure Spring buatan Martin Benka.

 

Kiri-kanan: Desain interior Nedbalka Gallery; salah satu pemandu di Nedbalka Gallery.

Kiri-kanan: Desain interior Nedbalka Gallery; salah satu pemandu di Nedbalka Gallery.

“Karya agung ini sempat hendak dipinjam oleh Galeri Nasional, tapi pemilik Nedbalka memilih mempertahankannya di sini,” kata ujar Stevka Vargova, Manajer Nedbalka. nedbalka.sk.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi November/Desember 2016 (“Kemas Kenes”).



Comments

Related Posts

3808 Views

Book your hotel

Book your flight