3 Museum Fotografi

Tiga ruang seni baru yang merekam perjalanan fotografi dan para tokohnya.

Lumen Museum di puncak Kronplatz. (Foto: Skirama Kronplatz)

Oleh Cristian Rahadiansyah

Lumen Museum of Mountain Photography
Kronplatz bukan gunung paling terkenal di dunia. Akan tetapi, sejak Desember silam, gunung di utara Italia ini punya magnet baru yang menjadikannya pujaan pendaki, lebih tepatnya pendaki yang hobi foto. Bertengger persis di puncaknya, Lumen adalah museum anyar yang didedikasikan bagi disiplin fotografi gunung. Bangunan yang didesain oleh Gerhard Mahlknecht ini menempati bekas stasiun kereta listrik. Galerinya menampung foto-foto lawas dan anyar buatan mendiang pendaki tersohor dan veteran, contohnya Joseph Tairraz, Louis-Auguste Bisson, serta Vittorio Sella. Dengan tujuan membedah gunung dari beragam perspektif, pamerannya dikurasi di bawah tema yang variatif, termasuk wisata, politik, hingga spiritualitas. Museum ini juga memiliki restoran AlpiNN yang menawarkan panorama elok South Tyrol dari ketinggian 2.275 meter. lumenmuseum.it.

Koleksi foto seni di V&A Museum London. (Foto: Will Pryce)

V&A Photography Centre
Victoria & Albert Museum memiliki koleksi foto seni terbanyak sejagat. Oktober silam, museum ini meresmikan ruang baru yang merangkum perjalanan fotografi. Dalam empat galerinya, V&A Photography Centre memajang antara lain foto buatan abad ke-20 dari Alfred Stieglitz dan Irving Penn; karya fotografer perempuan perintis seperti Agnes Warburg dan Madame Yevonde; hingga kreasi kontemporer dari Hiroshi Sugimoto dan Martin Parr. Selain asortimen karya, Photography Centre juga memperlihatkan evolusi perangkat fotografi dalam wujud instalasi berisi 150-an kamera yang diciptakan dalam 160 tahun terakhir. “Ruang dan fasilitas di sini mengajak pengunjung mengakses, mengeksplorasi, serta menikmati fotografi dalam beragam bentuknya,” jelas Martin Barnes, Senior Curator of Photographs V&A. Rencananya, Photography Centre akan dilengkapi perpustakaan dan studio foto. vam.ac.uk.

Lianzhou Museum di utara Guangzhou.

Lianzhou Museum of Photography
Tiongkok, negara yang memblokir Instagram, telah memiliki museum fotografi pertamanya. Uniknya, museum ini tidak berdiri di Beijing atau Shanghai, melainkan sebuah kota kecil yang berjarak empat jam berkendara ke utara Guangzhou. Lianzhou Museum of Photography (LMP) diresmikan pada akhir 2018 lewat pameran solo empat artis: Zhuang Hui, Zhang Hai’er, Albert Watson, serta Baptiste Rabichon. Museum ini lahir dari rahim festival. Pada 2005, Duan Yuting merintis Lianzhou Foto Festival. Delapan tahun berselang, dia bersama delegasi Pemkot Lianzhou melawat Musée Nicéphore Niépce di Prancis, dan langsung tergoda untuk mendirikan sebuah museum yang berfungsi menampung arsip festival sekaligus melambungkan Lianzhou sebagai poros fotografi Tiongkok. Pada pameran berikutnya, Mei-Agustus 2019, LMP akan memajang karya buatan Peter Knapp dan foto Lianzhou buatan 1965-1985. lmop.org.cn.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Juli/September 2019 (“Ruang Retrospektif”).

Comments