3 Hotel Butik Anyar di Jakarta



Oleh Rachel Will
Video oleh Dimas Anggakara

Reputasi area sekitar Jalan Thamrin yang secara kasat mata terlihat kumuh dan semrawut seketika berubah menjadi lebih menarik berkat kehadiran ArtOtel Jakarta-Thamrin (Jl. Sunda no. 3; 021/3192-5888; doubles mulai $81). Hotel ini didekor langsung oleh tujuh seniman Indonesia yang tengah naik daun. Bagian eksterior diselimuti dengan graffiti dramatis berbentuk cumi-cumi khas Darbotz yang proses pengerjaannya membutuhkan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan karyanya ini. Bentuk seni lainnya bisa ditemukan di keenam lantai hotel yang memayungi 109 kamar ini. Oky Rey Montha menghadirkan lukisan berkonsep Tim Burton yang gelap, sedangkan Zaky Arifin hadir dengan coretan-coretannya yang menggunakan kapur. Hotel ini dilengkapi dengan fasilitas restoran 24 jam bernama ROCA—Restaurant of Contemporary Art—tempat tamu menikmati makanan rumahan di dalam ruangan yang dihiasi lukisan magis karya Eddie Hara.

Gedung bekas kantor telekomunikasi Belanda di tahun 1923 disulap menjadi hotel bintang lima adalah formula yang cukup langka di Jakarta. The Hermitage (Jl. Cilacap no. 1; 021/3192-6888; doubles mulai $240) hadir dengan konsep tersebut. Bangunan bergaya kolonial dengan 90 kamar yang masing-masing dindingnya dihiasi kerajinan tangan batik siap menawarkan pengalaman menginap yang seru. Tak hanya kamarnya yang dihiasi pernak-pernik uzur, kesan klasik Indonesia zaman dulu juga bisa dirasakan langsung di lobi. Untuk urusan perut, koki Guillermo Varela Mata siap menyajikan hidangan khas Prancis dengan kearifan lokal di restoran L’Avenue. Pria keturunan Spanyol ini pernah menimba ilmu di restoran prestisius El Bulli dan hotel St. Regis Mardaval, Spanyol. Sajian spesial kreasinya adalah smoked Tasmanian salmon dengan buah salak dan kerang Jawa ala Provençale.

Traveling adalah hasrat sekaligus inspirasi hidup Ruben Kosenda. Ia memanifestasikannya ke dalam bentuk Kosenda Hotel (Jl. KH Wahid Hasyim no. 127; 021/3193-6868; doubles mulai $96). Berkolaborasi dengan firma arsitektur lokal, Studio Tonton, Ruben menghadirkan salah satu hotel di ibu kota dengan desain paling menarik. Desain khasnya bisa dilihat dari bentuk-bentuk trapesium di eksterior yang terinspirasi oleh bentuk ketupat. Sedangkan seniman urban, Sanchia T. Hamidjaja, menunjukkan kebolehannya menggambar mural tentang Kota Jakarta yang menghiasi dinding Waha Kitchen, satu-satunya restoran di hotel itu. Desain interiornya ditangani oleh Domisilium Studios yang menghadirkan karpet tebal bermotif hounds tooth dipadu dengan tekstil asli Indonesia dan balok-balok kayu. Selayaknya ruang-ruang lain di hotel ini, unsur estetika di kamar pun diperhatikan dengan sangat detail, seperti penggunaan furnitur kontemporer, selimut berwarna jingga, serta sandaran tempat tidur bermotif. Awan, rooftop lounge dengan bar berkanopi dan desain tropisnya juga menjadi nilai tambah hotel ini.—Diterjemahkan oleh Hany N. Fajrina.



Comments

Related Posts

3403 Views

Book your hotel

Book your flight