15 Anggota Baru Situs Warisan Dunia

Satu-satunya rumah yang terdapat di area Aasivissuit-Nipisat, Denmark. (Foto: Jens Fog Jensen)

Selama 11 hari, mulai dari 24 Juni hingga 4 juli 2018, Komite Warisan Dunia melakukan pertemuan ke-42 di Manama, Bahrain untuk menetapkan situs warisan dunia baru. Sampai saat ini, UNESCO telah mengumumkan 15 lokasi baru. Rangkaian warisan dunia tersebut dinilai perlu dilestarikan untuk kepentingan budaya, sejarah ataupun keilmuan.

Aasivissuit-Nipisat, Denmark
Terletak di lingkaran Arktik, tepatnya di bagian tengah Greenland Barat, situs ini menyimpan cerita sejarah peradaban manusia yang telah berumur lebih dari 4.200 tahun. Lanskap budaya yang mencakup tujuh lokasi utama dari Nipisat hingga Aasivissuit tersebut membuktikan bahwa manusia dulu pernah tinggal di sini sebelum mulai bermigrasi.

Kompleks Arkeologi Perbatasan Hedeby dan Danevirke, Jerman
Pertama kali ditemukan pada 1897 di Schleswig, Jerman, lokasi ini merupakan reruntuhan pusat perdagangan paling penting di Eropa utara. Peninggalan bersejarah tersebut menjadi kunci penting untuk interpretasi perkembangan ekonomi, sosial dan sejarah di Eropa selama zaman Viking.

Salah satu bangunan yang terdapat di Situs Kristen Nagasaki, Jepang. (Foto: © Nagasaki Préfecture)

Situs Kristen Nagasaki, Jepang
Situs yang terdiri dari 10 desa, Kastil Hara, katedral, dan bangunan-bangunan keagamaan yang terletak di bagian barat laut pulau Kyushu ini memperlihatkan jejak awal misionaris di Jepang. Tempat ini menjadi saksi penyebaran agama secara diam-diam hingga abad ke-19.

Kota Kuno Qalhat, Oman
Berada di pesisir timur Kesultanan Oman, kota ini berkembang sebagai pelabuhan utama di pantai timur Arab antara abad ke-11 dan 15 selama masa pemerintahan para Pangeran Hormuz. Situs berkaitan erat dengan perdagangan antara pesisir timur Arab, Afrika Timur, India, Tiongkok dan Asia Tenggara.

Salah satu fasad situs Arkeologi Sassanid, Iran. (Foto: © ICHHTO)

Lanskap Arkeologi Sassanid, Iran
Delapan situs arkeologi ini bersemayam di tiga wilayah Fars bagian tenggara, yakni Firuzabad, Bishapur dan Sarvestan. Terdiri dari istana dan kota yang diprediksi dibangun selama masa Kekaisaran Sassania pada era 224 hingga 658 Masehi. Lanskapnya memanfaatkan topografi alam secara optimal, dengan arsitektur yang terpengaruh budaya Akhemeniyah dan Parthia.

Oasis Al-Ahsa, Arab Saudi
Terletak di semenanjung Arab Timur, Oasis Al-Ahsa merupakan lanskap yang mencakup taman, kanal, air terjun, sumur, danau, bangunan bersejarah, dan struktur perkotaan. Situs ini dianggap mewakili jejak permukiman manusia di kawasan Teluk dari Neolitik sampai sekarang. Memiliki 2,5 juta pohon kurma, Al-Ahsa menjadi oasis terbesar di jagat dan menjadikannya sebagai contoh interaksi manusia dengan lingkungan yang paling menakjubkan.

Arsitektur mewah biara Buddha di Gunung Sansa, Korea Selatan. (Foto: © CIBM)

Biara Buddha di Gunung Sansa, Korea Selatan
Terletak di pegunungan Sansa, tujuh kuil yang telah digunakan sebagai pusat aktivitas keagamaan sejak abad ke-7 ini dilengkapi dengan ruang belajar, asrama, serta aula dengan arsitektur yang indah. UNESCO menyebutkan situs tersebut sebagai tempat suci yang bertahan sebagai pusat keagamaan hingga kini.

Bangunan Bergaya Gotik era Victoria dan Art Deco, India
Proyek kota yang ambisius ini memperlihatkan fase modern yang dialami Mumbai pada abad ke-19 dan 20. Bangunan lima tingkat bergaya victoria dan art deco yang memiliki lantai marmer dan tangga spiral ini mengoleksi barang antik bernuansa gotik.

Tags : beritaUNESCO
Comments