Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

11 Vila Untuk Liburan Keluarga di Bali

8. Komaneka Bisma

Kiri: ruang makan bernuansa sederhana; tengah: bathtub klasik di kamar mandi dengan pemandangan hutan; kanan: balkon privat untuk menghabiskan waktu.

Kolam renang utamanya masih menjadi yang paling fotogenik di Ubud, tapi akomodasi ini sebenarnya telah memiliki magnet baru yang tak kalah memikat: Bisma Residence, vila megah dan anggun yang digerayangi pepohonan, diramaikan deru arus sungai, serta dihiasi karya-karya seni kontemporer. Sebuah rumah megah yang didedikasikan bagi mereka yang memiliki gairah pada kreativitas dan alam rural Gianyar.

Bisma Residence menjulang semampai di lereng rimbun, sedikit berjarak dari vila-vila lainnya, sehingga menawarkan privasi lebih. Lembah hijau dengan vegetasi rapat membentang di hadapannya. Sungai Campuhan mengalir syahdu di kakinya. Di malam hari, saat keheningan mendekap, kita bisa mendengar sayup aliran air yang kontemplatif menembus interior. Bisma Residence awalnya hanya diperuntukkan bagi tamu-tamu VIP sang pemilik properti. Mulai Juni tahun ini, usai dipermak, ia membuka pintunya bagi khalayak umum.

Untuk menjangkaunya, kita harus meniti gang sempit yang didesain seperti jalan-jalan desa dalam lukisan Walter Spies. Bisma Residence menawarkan tiga kamar yang menempati tiga rumah beratapkan sirap. Permainan visualnya memikat. Di dekat kolam renang terpajang goresan abstrak karya Putu Sudiana, instalasi anjing logam buatan Agus Wijaya, botol bertakhtakan figur singa suci, serta nekara penuh ukiran yang difungsikan sebagai meja koktail.

Sisi interiornya tak kalah atraktif. Di samping kasur terdapat sakelar lampu yang ditanam pada potongan kayu. Di bathtub menjuntai lentera lilin dan shower berbentuk gagang telepon kuno. Sementara atap kamar tidur ditopang pilar-pilar kayu bekas tiang listrik di Jawa. Seluruh kamar dilengkapi balkon yang bercengkerama dengan hutan di sekitarnya. Salah satu balkonnya bahkan ditembus oleh sebatang pohon kelapa.

Desain Bisma Residence merupakan perkawinan kreatif antara arsitektur khas Bali dan seni kontemporer Indonesia. Sebuah vila yang sangat mencerminkan karakter pemiliknya, Koman Sutedja, seorang kolektor seni berpengaruh. Dalam suatu sesi wawancara, dia mengaku hotelnya mengetengahkan konsep “rumah,” tapi Bisma Residence sebenarnya lebih mirip galeri di dalam rumah. Vila ini kian menegaskan reputasi Komaneka Bisma sebagai akomodasi butik dengan permainan visual yang paling asertif di Ubud.

Jl. Bisma, Ubud; 0361/971-933; komaneka.com
– Vila dua kamar195-336 meter persegi, Rp6.300.000 (Family Duplex) dan Rp7.300.000 (Family)
– Vila tiga kamar 1.800 meter persegi, Rp10.300.000
– Inklusif koneksi internet, kunjungan ke Neka Museum, shuttle ke pusat kota Ubud
– Babysitter Rp110.000 per jam

Show CommentsClose Comments

Leave a comment

0.0/5