100 Tahun Stasiun Tokyo

  • Interior kubah dengan desain bergaya Eropa. (Foto: JNTO)

    Interior kubah dengan desain bergaya Eropa. (Foto: JNTO)

  • Stasiun bergaya Eropa yang menjadi ikon kota Tokyo. (Foto: JNTO)

    Stasiun bergaya Eropa yang menjadi ikon kota Tokyo. (Foto: JNTO)

  • Stasiun Tokyo dilalui lebih dari 3.000 kereta per hari, termasuk kereta Shinkansen. (Foto: JNTO)

    Stasiun Tokyo dilalui lebih dari 3.000 kereta per hari, termasuk kereta Shinkansen. (Foto: JNTO)

Click image to view full size

Tokyo, kota modern nan padat dengan populasi mencapai 13 juta jiwa. Gedung-gedung modern berdiri nyaris bersentuhan. Trotoar dipadati pejalan kaki. Dari sekian banyak penduduknya, kurang lebih 500.000 orang per hari menggunakan kereta api sebagai alat transportasi utama. Stasiun Tokyo menjadi pusatnya. Pada Desember 2014, stasiun kereta ini merayakan hari jadinya yang ke-100. Bangunan bergaya Eropa ini telah menjadi saksi sejarah pembangunan Tokyo sehingga menjadi salah satu kota terpenting di dunia. Berikut delapan fakta menarik tentang bangunan ikonis di pusat kota Tokyo tersebut:

1. Desain stasiun bersejarah ini mengadopsi gaya Eropa. Banyak yang bilang bentuknya meniru stasiun Amsterdam Centraal di Amsterdam serta stasiun Grand Central Terminal di New York. Berkat desainnya yang khas, bangunan sepanjang 304 meter ini kerap disebut sebagai simbol modernisasi di Tokyo.

2. Stasiun Tokyo adalah stasiun tersibuk di Negeri Sakura. Stasiun ini dilewati lebih dari 3.000 kereta per hari dan melayani lebih dari 500.000 penumpang tiap hari. Stasiun Tokyo memiliki 14 jalur kereta termasuk Tokaido Shinkansen, jalur kereta peluru terpadat di dunia dan melayani rute Tokyo-Osaka.

3. Stasiun Tokyo sempat menjalani renovasi selama lima tahun dengan biaya mencapai $625 juta. Renovasi tersebut rampung pada 2012. >>>



Comments

Related Posts

3232 Views

Book your hotel

Book your flight