10 Destinasi Terpopuler 2018

Hong Kong menduduki peringkat teratas dengan nyaris 30 juta kedatangan turis per tahun.

Selain Global Destinations Cities Index milik MasterCard, beberapa perusahaan juga cukup rutin merilis daftar destinasi favorit. Salah satunya adalah Euromonitor International. Perusahaan riset yang berbasis di Inggris ini merilis Top 100 City Destinations 2018. Survei tersebut berisi daftar kota-kota besar di dunia yang populer di kalangan wisatawan. Tercatat ada 1,4 miliar orang yang melakukan perjalanan ke kota-kota di seluruh dunia selama 2018.

Dari 600 kota yang ada di dalam laporan Euromonitor International, Asia menjadi benua favorit. Setidaknya, ada 48 kota di Asia yang berhasil masuk daftar. Tahun ini, Hong Kong kembali menjadi yang teratas dengan kurang lebih 30 juta kedatangan sebelum tahun ini berakhir, dan lebih dari 50% turis akan berasal dari Tiongkok dan Asia Timur.

Baca juga: 6 Tempat Pilihan di Hong Kong6 Suite Paling Glamor di Hong Kong

Bangkok berada di posisi dua dengan hampir 24 juta kedatangan, disusul London, Singapura, dan Makau di peringkat lima besar. Kemudian, kota-kota seperti Osaka dan Chiba juga telah menunjukkan pertumbuhan tahunan rata-rata 43% dan 35% antara 2012 dan 2017. Sementara itu, Indonesia berhasil mencatatkan tiga kotanya di posisi 100 besar, yakni Denpasar berada di posisi ke-33 dengan 7,2 juta kedatangan, Jakarta di peringkat 60 dengan empat juta kedatangan, dan Batam di posisi 97 dengan 2,5 juta kedatangan. Berikut daftar 10 besar destinasi terpopuler 2018 menurut Euromonitor International:

  1. Hong Kong (29.827.200 kedatangan)
  2. Bangkok, Thailand (23.688.800 kedatangan)
  3. London, Inggris (20.715.900 kedatangan)
  4. Singapura (18.551.200 kedatangan)
  5. Makau (18.931.400 kedatangan)
  6. Paris, Prancis (16.863.500 kedatangan)
  7. Dubai, Uni Emirat Arab (16.658.500 kedatangan)
  8. New York City, AS (13.500.000 kedatangan)
  9. Kuala Lumpur, Malaysia (13.434.000 kedatangan)
  10. Shenzhen, Tiongkok (12.437.300 kedatangan)

Informasi selengkapnya, kunjungi Euromonitor International.

Comments